Semua Berita
Kumpulan artikel, kegiatan, dan berita terkini dari Bapperida Kabupaten Nagan Raya.

Bapperida Nagan Raya Melaksanakan Rakor Pemantauan Kinerja Kecamatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026
Nagan Raya β Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nagan Raya melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting dengan agenda Pemantauan Kinerja Kecamatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026, Senin (26/10/2026), bertempat di Aula Utama Lantai II Bappeda Kabupaten Nagan Raya.Kepala Bapperida Kabupaten Nagan Raya, Sidiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., menyampaikan dan menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang berkaitan erat dengan berbagai faktor, di antaranya kemiskinan, ketahanan pangan, pola asuh, sanitasi dan air minum, pendidikan, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga, serta kualitas Pelayanan Dasar.Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi dan keterpaduan lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Oleh karena itu, pemantauan kinerja kecamatan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program dan intervensi penurunan stunting berjalan sesuai dengan perencanaan dan target yang telah ditetapkan.Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari siklus pengendalian kinerja pembangunan. Hal ini mencakup upaya memastikan perencanaan telah tepat sasaran, program dan kegiatan terlaksana hingga ke tingkat desa, serta layanan intervensi spesifik dan sensitif berjalan secara terpadu.Dengan koordinasi, pemantauan, dan tindak lanjut yang berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nagan Raya.

Bapperida Nagan Raya melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaporan Capaian RANHAM Tahun 2026
Nagan Raya, β Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Nagan Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaporan Capaian Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Siddiqi Abdul Rahman, SE., M.Sc, Kamis (22/10/2026), bertempat di Ruang Rapat I Bappeda Kabupaten Nagan Raya.Rapat koordinasi ini mengangkat Agenda tata cara pengisian Format Laporan B12 Tahun 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Perangkat Daerah terkait mekanisme pengisian laporan serta memastikan data dan informasi capaian pelaksanaan RANHAM dapat disusun secara tepat, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Rencana Aksi Nasional hak-hak Asasi Manusia Nasional (RANHAM) ini di maksud untuk memperkuat upaya-upaya Pemerintah dalam Pemajuan dan Perlindungan hak-hak Asasi Manusia Rakyat Indonesia, terutama masyarakat yang rentan terhadap pelanggaran hak-hak Asasi Manusia, Ujar Kepala Bapperida.Pelaporan capaian RANHAM merupakan bagian penting dalam mendukung pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia (P5HAM) di Daerah. Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi antar perangkat Daerah diperlukan agar pelaporan dapat dilaksanakan secara tertib, akurat, dan tepat waktu.Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelaporan capaian RANHAM Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan Hak Asasi Manusia serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat.

Bupati Nagan Raya Matangkan Persiapan Pemecahan Rekor MURI Pembentangan Bendera Merah Putih Sepanjang 24 Kilometer
SUKA MAKMUE β Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan pemecahan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer di Kabupaten Nagan Raya yang direncanakan berlangsung pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) siang di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nagan Raya, para camat, serta beberapa kepala desa di Kabupaten Nagan Raya.Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya untuk memastikan seluruh aspek persiapan kegiatan dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat Kabupaten Nagan Raya.Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada kepastian ketersediaan relawan yang akan bertugas membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer, termasuk kesiapan jumlah personil yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.Selain itu, rapat juga membahas teknis pembentangan bendera, pengaturan posisi peserta di sepanjang jalur kegiatan, serta mekanisme mobilisasi massa agar seluruh peserta dapat terkoordinasi dengan baik. Aspek teknis pengamanan juga menjadi perhatian, terutama terkait pengamanan VVIP, pengaturan lalu lintas, dan kesiapan petugas di lapangan guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, hingga masyarakat dan relawan. Dengan persiapan yang matang, berbagai kendala teknis diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.Pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian Rekor MURI, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan antarmasyarakat. Keterlibatan relawan dari berbagai kalangan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan.Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan citra daerah, memperkenalkan potensi Nagan Raya kepada masyarakat luas, serta mendorong perekonomian pelaku usaha lokal. Dengan dukungan seluruh pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi kebanggaan bersama dalam memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2026.

BPMP Aceh Gelar Monev SPM Pendidikan di Bappeda Kabupaten Nagan Raya
Suka Makmue β Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Nagan Raya, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memetakan capaian pemenuhan SPM Pendidikan sekaligus memperkuat perencanaan dan penganggaran program pendidikan untuk tahun 2027.Kegiatan ini melibatkan unsur Dinas Pendidikan, Bappeda, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebagai perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pemenuhan SPM Pendidikan.Monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk memperoleh gambaran faktual dan terukur mengenai penerapan SPM Pendidikan di daerah, khususnya keterkaitan antara indikator prioritas SPM, perencanaan program, strategi intervensi, penganggaran, pemanfaatan aset, pelaksanaan kegiatan, serta capaian output dan outcome.Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) mengenai profil dan capaian SPM Pendidikan kabupaten/kota. Selanjutnya, Dinas Pendidikan memaparkan penganggaran dan capaian indikator SPM Pendidikan tahun 2026, yang dilanjutkan dengan diskusi bersama Bappeda mengenai berbagai tantangan dan kendala penganggaran serta rencana pemenuhan SPM Pendidikan tahun 2027.Melalui forum ini, setiap perangkat daerah diharapkan dapat mengidentifikasi indikator SPM yang menjadi prioritas, mengevaluasi kesesuaian intervensi yang telah dilakukan, serta memastikan dukungan dan alokasi anggaran lebih terarah pada upaya pemenuhan pelayanan dasar pendidikan.Ketersediaan data perencanaan tahun 2027 menjadi salah satu aspek penting dalam pembahasan. Dengan dukungan data yang relevan, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun strategi dan program yang lebih terukur, sesuai kebutuhan daerah, serta selaras dengan target pemenuhan indikator SPM Pendidikan.Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BPMP Provinsi Aceh mendorong penguatan koordinasi dan sinergi antara Dinas Pendidikan, Bappeda, dan BKAD agar perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan berorientasi pada hasil.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Wakil Bupati, Raja Sayang Pimpin Rakor Lanjutan Persiapan Pemecahan Rekor MURI Bendera 24KM di Kabupaten Nagan Raya
SUKA MAKMUE β Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan Persiapan Kegiatan Pemecahan Rekor MURI melalui pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer di Kabupaten Nagan Raya. Rapat ini digelar di Ruang Kerja Sekretaris Derah Kabupaten Nagan Raya, pada Senin (12/10/2026) siang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan lanjutan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan dengan baik, terkoordinasi, dan sesuai dengan rencana. Pemecahan Rekor MURI melalui pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer tersebut direncanakan berlangsung pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Raja Sayang bersama unsur tim pelaksana membahas sejumlah hal penting, meliputi koordinasi antarpihak, identifikasi kebutuhan kegiatan, mekanisme mobilisasi, serta berbagai persiapan teknis yang diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembentangan bendera.Rapat koordinasi ini turut melibatkan sejumlah perangkat daerah, instansi terkait, serta para camat di Kabupaten Nagan Raya yang tergabung dalam tim pelaksana kegiatan. Keterlibatan seluruh unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dan memastikan setiap pihak memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang, mulai dari perencanaan, pengorganisasian peserta, hingga dukungan teknis di lapangan. Dengan demikian, kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan sukses.

Buka Rakor Penerapan SPM 2026, Kepala Bappeda Nagan Raya Tekankan Pentingnya Hak Pelayanan Dasar Masyarakat
SUKA MAKMUE β Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026 pada Selasa (6/10/2026). Acara yang melibatkan berbagai Perangkat Daerah ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memaksimalkan kualitas pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat di Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Inspektur Kabupaten Nagan Raya, Kepala BPKD, Kabag Tata Pemerintahan Setdakab, serta seluruh pengampu SPM dari masing-masing Perangkat Daerah. Rapat koordinasi ini juga menghadirkan narasumber dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh. Dalam sambutannya, Kepala Bappeda menegaskan bahwa SPM bukanlah sekadar instrumen pemenuhan administrasi berupa penginputan data dan penyusunan laporan semata. "Lebih daripada itu, SPM merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan hadirnya pelayanan dasar yang berkualitas, terukur, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Kepala Bappeda. Ia juga memaparkan hasil evaluasi perkembangan keterisian input SPM Kabupaten Nagan Raya hingga Triwulan III tahun 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, beberapa sektor telah menunjukkan capaian yang maksimal, seperti bidang Perumahan Rakyat dan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum) yang telah mencapai 100 persen. Bidang Pendidikan juga menunjukkan tren positif dengan keterisian mencapai 93,75 persen. Namun, Kepala Bappeda juga menyoroti sejumlah sektor yang masih memerlukan percepatan, di antaranya Trantibumlinmas (42,22 persen), bidang Sosial (45 persen), Kebencanaan (26,67 persen), serta beberapa bidang krusial lain seperti Kesehatan (0,55 persen), Pekerjaan Umum, dan Damkar yang masih harus segera mengoptimalkan proses input data. "Angka-angka tersebut tentu tidak semata-mata untuk kita lihat sebagai capaian atau kekurangan, tetapi harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk melakukan perbaikan bersama. Jangan melihat kondisi saat ini sebagai beban, tetapi sebagai momentum untuk berbenah," pesannya kepada seluruh pengampu SPM. Pihaknya menyadari adanya sejumlah kendala di lapangan, baik terkait ketersediaan data, koordinasi antarbidang, SDM, maupun kendala dalam proses penginputan pada sistem. Namun, ia meyakini bahwa dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, semua kendala tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama. Menutup arahannya, Kepala Bappeda mengingatkan bahwa data SPM yang akurat dan ter-input dengan baik akan sangat krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, program, kegiatan, dan penganggaran di masa depan, agar selalu berlandaskan pada kebutuhan riil masyarakat Nagan Raya.

Matangkan Persiapan Rekor MURI Bendera 24 KM, Kepala Bappeda Hadiri Rakor Lanjutan Bersama Bupati Nagan Raya
SUKA MAKMUE β Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan terkait Persiapan Kegiatan Pemecahan Rekor MURI pembentangan bendera merah putih. Rapat strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., ini digelar di Aula Setdakab Nagan Raya Lantai III, pada Kamis (1/10/2026) siang. Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Universitas Teuku Umar (UTU). Fokus utama rapat hari ini adalah mematangkan kesiapan teknis pelaksanaan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berupa "Pembentangan Bendera Merah Putih Sepanjang 24 Km" di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Dalam arahannya, Bupati Nagan Raya menegaskan bahwa perhelatan akbar ini rencananya akan dilaksanakan bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Pahlawan Nasional, yakni pada 10 November 2026 mendatang. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang solid dan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait agar kegiatan berskala nasional ini dapat berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. Guna memastikan kesiapan di lapangan, Bupati mengundang seluruh Tim Pelaksana Kegiatan yang telah di-SK-kan. Rapat ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para Asisten Setdakab, Inspektur, hingga jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), termasuk Kepala Bappeda Nagan Raya. Selain itu, seluruh Camat dari 10 kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga turut dilibatkan. Kehadiran Kepala Bappeda dalam Rakor ini menunjukkan komitmen Bappeda untuk terus mengawal dan mendukung setiap agenda strategis daerah. Pembentangan bendera sepanjang 24 Km ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor semata, tetapi juga menjadi medium untuk mempererat semangat persatuan, kebangsaan, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat di Nagan Raya.

Bappeda Kabupaten Nagan Raya Laksanakan Reviu Kinerja Tahunan Stunting
Reviu Kinerja Tahunan Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Nagan Raya: Kolaborasi Sektor Meningkatkan Capaian Pemberantasan StuntingSuka Makmue β Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kembali menggelar reviu kinerja tahunan aksi konvergensi stunting dalam upaya penurunan angka stunting (17/02/2025). Konvergensi ini, yang dipimpin oleh Bappeda selaku Koordinator, melibatkan sejumlah OPD penting, yang terlibat langsung pada kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nagan Raya, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitive. Pada kesempatan ini turut hadir di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Pemerintahan Kelurahan (DPMGP4), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik).Kegiatan reviu kinerja tahunan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lt. I Bappeda Kab. Nagan Raya bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian target pengurangan stunting yang telah diupayakan selama setahun terakhir, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk tahun berikutnya. Pada kesempatan ini, masing-masing OPD melaporkan berbagai program dan intervensi yang telah dijalankan, dan membahas kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi. Reviu dilakukan untuk membandingkan antara rencana dan realisasi capaian output (target kinerja), capaian outcome, penyerapan anggaran, dan kerangka waktu penyelesaian, selanjutnya mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target kinerja output dan outcome.Reviu kinerja tahunan kegiatan percepatan penurunan stunting Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang capaian kinerja program dan kegiatan pencegahan dan penurunan stunting pada Tahun 2024, dan informasi tentang kemajuan pelaksanaan rencana kegiatan pencegahan dan penurunan stunting yang telah disepakati pada rembuk stunting Tahun 2023, serta mengidentifikasi pembelajaran dan merumuskan masukan perbaikan sebagai umpan balik untuk perencanaan dan penganggaran program/kegiatan prioritas, penetapan lokasi fokus, serta desain dan upaya perbaikan penyampaian layanan pada tahun berikutnya yaitu Tahun 2025.Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Rahmattullah, S.STP, M.Si yang juga bertindak sebagai koordinator program konvergensi stunting, menyampaikan bahwa kerjasama antar OPD dalam aksi konvergensi stunting menunjukkan hasil yang positif. Angka prevalensi stunting di Kabupaten Nagan Raya mengalami penurunan signifikan meskipun masih terdapat tantangan yang harus diatasi.βMeskipun pencapaian positif sudah terlihat, beberapa tantangan masih menjadi perhatian utama dalam aksi konvergensi stunting di Nagan Raya. Dengan evaluasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari reviu tahunan ini, sejumlah langkah strategis telah dirumuskan, Bappeda Kabupaten Nagan Raya akan terus memimpin koordinasi antara OPD dan masyarakat, untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang diambil dapat berdampak maksimal pada penurunan angka stunting Kabupaten Nagan Rayaβ ungkap Kepala Bappeda. Adanya pelaksanaan agenda reviu kinerja tahunan aksi konvergensi stunting di Kabupaten Nagan Raya menunjukkan bahwa kolaborasi antar OPD dapat membawa perubahan positif dalam upaya menurunkan angka stunting. Meskipun tantangan masih ada, sinergi antar sektor telah menghasilkan capaian yang membanggakan. Di masa mendatang, melalui evaluasi yang terus-menerus dan peningkatan program berbasis masyarakat, diharapkan Kabupaten Nagan Raya dapat semakin mendekati target nasional dalam pemberantasan stunting, demi generasi yang lebih sehat dan produktif.