
NAGAN RAYA โ Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya menyelenggarakan kegiatan Forum Satu Data Daerah 2026. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola data pembangunan daerah melalui optimalisasi peran dan fungsi Forum Satu Data Daerah. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan klasik terkait data yang terfragmentasi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ketidakseragaman standar data (20/10/2026).
Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, SE, M.Sc, menjelaskan bahwa penyusunan program pemerintah wajib didukung oleh data yang akurat dan jelas asalnya. Upaya ini juga sejalan dengan aturan nasional dari pemerintah pusat.
"Selama ini data sering kali jalan sendiri-sendiri di tiap dinas. Hadirnya forum ini bertujuan untuk meruntuhkan sekat-sekat pembatas antar-kantor, supaya kita bisa bekerja sama dengan data yang satu dan sama," ujar Siddiqi.
Setiap data yang disetorkan harus memenuhi aturan dasar, seperti punya standar ukuran yang jelas, informasi penjelasan data yang lengkap, serta mudah dibagikan dan dihubungkan antar-sistem komputer di berbagai dinas.
Selain itu, forum ini juga fokus membahas data penting yang langsung menyentuh masyarakatโseperti penanganan tengkes (stunting), kemiskinan ekstrem, dan pengendalian harga barang (inflasi). Forum ini juga berfungsi sebagai tempat penyelesaian masalah jika ditemukan data dari dua dinas yang saling berbeda.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih ada, seperti keterbatasan tenaga ahli pengelola data, kurangnya perhatian khusus dari sebagian pimpinan, fasilitas server yang perlu diperkuat, hingga kebiasaan lama pegawai yang masih enggan berbagi data.
Dengan adanya pembenahan tata kelola data ini, Pemkab Nagan Raya berharap ke depannya perencanaan anggaran dan program pembangunan bisa benar-benar transparan, tepat sasaran, serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Bagikan Berita Ini
Bantu sebarluaskan informasi ini kepada masyarakat