Pembangunan Nagan Raya

Membangun Nagan Raya
Inovatif & Berkelanjutan

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nagan Raya.

Berita Terkini

Bapperida Nagan Raya Gelar Pembahasan dan Penetapan Produk Unggulan Daerah (PUD) Tahun 2025 - 2029
Ekonomi
29 Oktober 2026

Bapperida Nagan Raya Gelar Pembahasan dan Penetapan Produk Unggulan Daerah (PUD) Tahun 2025 - 2029

Oleh: Juanda

Suka Makmue β€” Kamis (29/10/2026), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nagan Raya menyelenggarakan Rapat Pembahasan dan Penetapan Produk Unggulan Daerah (PUD). Kegiatan strategis ini merupakan bagian integral dari proses penyusunan Dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah (RIPJPID) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025–2029.Acara ini dihadiri oleh perwakilan unsur perangkat daerah terkait, tim panitia pelaksana, serta para pemangku kepentingan. Forum ini dirancang untuk memastikan bahwa arah kebijakan riset dan inovasi daerah memiliki pijakan empiris yang kuat serta berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal.Dalam sambutannya, Kepala Bapperida Kabupaten Nagan Raya menekankan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat lagi bertumpu sepenuhnya pada eksploitasi sumber daya alam mentah atau sekadar kuantitas volume produksi. Pembangunan harus diarahkan untuk memberikan nilai tambah (value added), meningkatkan daya saing, serta memperluas produktivitas lokal."IPTEK harus membumi, tepat sasaran, dan memiliki daya ungkit ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Produk Unggulan Daerah berfungsi sebagai 'jangkar' pengembangan IPTEK agar hilirisasi, mekanisasi, dan sentuhan teknologi dapat diimplementasikan secara terarah," ujar Kepala Bapperida.Pendekatan penyusunan PUD ini didasarkan pada metode analisis kuantitatif yang objektif, yang dipaparkan lebih mendalam oleh narasumber utama kegiatan ini, Sekretaris Bapperida. Berdasarkan materi analisis data yang disampaikan, penentuan sektor dan subsektor basis dikaji menggunakan tiga instrumen metodologis utama :Location Quotient (LQ) : Untuk mengidentifikasi sektor atau komoditas basis yang menjadi keunggulan komparatif daerah.Shift-Share Analysis : Untuk mengevaluasi pergeseran pertumbuhan dan daya saing sektoral dalam kurun waktu tertentu.Tipologi Klassen : Untuk mengelompokkan pola serta klasifikasi pertumbuhan ekonomi daerah berdasarkan kinerja sektor.Melalui proses penyaringan akademis tersebut, ditetapkan sebanyak sembilan nominasi komoditas potensial, meliputi: cabai besar, cabai rawit, padi, kakao, sapi potong, kerbau, ayam kampung, ikan nila, dan ikan tongkol.Dalam sesi diskusi dan validasi bersama, forum juga mengkaji posisi komoditas strategis lainnya seperti kelapa sawit. Meskipun kelapa sawit mendominasi skala volume produksi dan kontribusi makroekonomi daerah, fokus penetapan PUD diarahkan pada komoditas yang memberikan ruang optimal bagi pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penciptaan produk turunan khas daerah, serta pemerataan manfaat ekonomi lokal yang berkelanjutan.Melalui uji kelayakan, penelaahan nilai tambah, serta konsensus bersama dalam forum, diputuskan hasil akhir penentuan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025–2029 berfokus pada dua komoditas utama, yaitu Komoditas Padi (Subsektor Tanaman Pangan) dan Komoditas Ikan Nila (Subsektor Perikanan).Penetapan kedua komoditas ini diharapkan mampu melahirkan dua output utama bagi pembangunan daerah, yakni terbangunnya kesepakatan prioritas jangka panjang serta tersusunnya rekomendasi intervensi kebijakan berbasis riset. Melalui sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, penguatan komoditas padi dan ikan nila ke depan akan diintegrasikan dengan penerapan teknologi tepat guna, efisiensi proses produksi, hingga hilirisasi produk guna mendongkrak daya saing di pasar yang lebih luas.

Bapperida Nagan Raya Gelar Rakor dan Workshop Teknis Integrasi E-Dalev dan E-Walidata SIPD-RI 2026
Data
29 Oktober 2026

Bapperida Nagan Raya Gelar Rakor dan Workshop Teknis Integrasi E-Dalev dan E-Walidata SIPD-RI 2026

Oleh: Cut Ranti

Suka Makmue β€” Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Workshop Teknis Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Melalui Sistem E-Dalev serta Penguatan Data Sektoral E-Walidata SIPD-RI Tahun 2026 (28/10/2026).Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan dua orang narasumber langsung dari Bappeda Aceh, yaitu Khairul Amar, S.H. dan Zaiyadi, S.E. Pelatihan teknis diikuti oleh para Kepala Bidang, Perencana Ahli Madya, Kasubag Program, Pejabat Fungsional Perencana, serta Admin e-Dalev dan e-Walidata dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan kecamatan se-Kabupaten Nagan Raya.Pada kesempatan tersebut, Bappeda Nagan Raya juga menyambut baik pembaruan sistem yang dirilis Kementerian Dalam Negeri per awal Oktober 2026, yakni Panel Cetak Laporan Analisis e-Walidata DSSD. Fitur baru ini secara otomatis memetakan hubungan antara sub-kegiatan DPA dengan kode DSSD e-Walidata. Dengan adanya pembaruan ini, verifikator Bappeda dapat mendeteksi secara cepat apabila terdapat sub-kegiatan yang anggaran keuangannya telah terealisasi namun data fisiknya masih kosong. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemkab Nagan Raya dalam memperkuat akuntabilitas serta akurasi data perencanaan pembangunan daerah. Momentum workshop ini dinilai sangat krusial mengingat Kabupaten Nagan Raya tengah menapaki penghujung tahun anggaran 2026 sekaligus bersiap memasuki tahapan penelaahan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Nagan Raya Tahun 2025–2029.Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., menegaskan pentingnya kedisiplinan data dalam setiap evaluasi pembangunan. Ia menyoroti tantangan yang selama ini kerap dijumpai, yaitu adanya ketidaksesuaian antara target makro daerah dengan realisasi di lapangan akibat keterbatasan fiskal maupun target yang kurang relevan Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan data instansi menjadi lebih tersusun, data keterhubungan dan integrasi yang akurat serta adanya pemanfaatan fitur analisis baru secara optimal.

Wabup, Raja Sayang Ikuti Rakor Rehab-Rekon, Pemerintah Dorong Pemulihan Infrastruktur dan UMKM Pascabencana
Infrastruktur
28 Oktober 2026

Wabup, Raja Sayang Ikuti Rakor Rehab-Rekon, Pemerintah Dorong Pemulihan Infrastruktur dan UMKM Pascabencana

Oleh: Marqfirah

SUKA MAKMUE – Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, didampingi Kepala Badan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., mengikuti Rapat Koordinasi Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Fasilitas Infrastruktur serta Fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pascabencana di Wilayah Sumatera secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/10/2026) di Ruang Aula Pusdatin Bapperida Kabupaten Nagan Raya.Rapat dan konferensi pers yang berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.Dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera akan terus dilaksanakan hingga 2028 sesuai rencana induk yang telah ditetapkan. Upaya pemulihan mencakup pembangunan infrastruktur serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak.Penanganan infrastruktur meliputi perbaikan jalan, jembatan, sungai, irigasi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk sedimentasi sungai dan bencana susulan yang berpotensi kembali merusak infrastruktur yang telah diperbaiki. ”Sejumlah sungai mengalami sedimentasi sehingga membutuhkan penanganan segera. Apabila sedimen ini tidak ditangani, hujan lebat sedikit, banjir lagi,” tutur Tito.Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah turut mendorong pemulihan ekonomi masyarakat melalui empat program, yakni penyaluran bantuan bagi 200.000 usaha mikro, pengadaan alat produksi, pemberdayaan UMKM, serta layanan Klinik UMKM Bangkit. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap untuk membantu pelaku usaha di tiga provinsi terdampak bencana (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat) agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonominya.Keikutsertaan Wakil Bupati Raja Sayang dalam rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat terkait percepatan penanganan pascabencana.Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagan Raya, baik dari sisi infrastruktur maupun keberlangsungan ekonomi.

Bapperida Nagan Raya Melaksanakan Rakor Pemantauan Kinerja Kecamatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026
Sosial Budaya
26 Oktober 2026

Bapperida Nagan Raya Melaksanakan Rakor Pemantauan Kinerja Kecamatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026

Oleh: Nurmina

Nagan Raya – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nagan Raya melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting dengan agenda Pemantauan Kinerja Kecamatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026, Senin (26/10/2026), bertempat di Aula Utama Lantai II Bappeda Kabupaten Nagan Raya.Kepala Bapperida Kabupaten Nagan Raya, Sidiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., menyampaikan dan menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang berkaitan erat dengan berbagai faktor, di antaranya kemiskinan, ketahanan pangan, pola asuh, sanitasi dan air minum, pendidikan, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga, serta kualitas Pelayanan Dasar.Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi dan keterpaduan lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Oleh karena itu, pemantauan kinerja kecamatan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program dan intervensi penurunan stunting berjalan sesuai dengan perencanaan dan target yang telah ditetapkan.Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari siklus pengendalian kinerja pembangunan. Hal ini mencakup upaya memastikan perencanaan telah tepat sasaran, program dan kegiatan terlaksana hingga ke tingkat desa, serta layanan intervensi spesifik dan sensitif berjalan secara terpadu.Dengan koordinasi, pemantauan, dan tindak lanjut yang berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nagan Raya.

Instagram

Loading...

Agenda Kerja

Jadwal kegiatan dan rapat kerja Bapperida Nagan Raya.

Belum ada agenda terdekat yang dijadwalkan.

Logo Nagan Raya

BAPPERIDA

Kabupaten Nagan Raya

πŸ“ Lokasi Bapperida

Komplek Perkantoran Suka Makmue,
Kabupaten Nagan Raya, Aceh 23671

βœ‰οΈ Email

bapperida@naganrayakab.go.id

πŸ“± Media Sosial